Saturday, February 2, 2013

Rok Menjuntai

Wanita itu menatap nanar. Jiwanya terkoyak, jantungnya telah hilang. Yang tersisa hanyalah kepingan-kepingan kulit bercampur genangan sesuatu yang berwarna merah, lengket, dan berbau amis.
Merah kemerahan mata seorang penggembala anjing menyeret-nyeret rongsokan berbau amis ini. Menyeret-nyeret, kemudian melenguh, menyeret kembali, dan bersin di tepian samudera.
Tangan sang wanita kini mengeras. Mengambil sebongkah batu berbentuk gunting dan menusuk leher sang penggembala dengannya. Sang penggembala teriak, senang, menggelepar, dan bersuara parau.
Kini tersisa gagak dan anjing dan wanita ini.
Tiba-tiba sebuah cahaya menyorot dari tepian langit. Membumbung tinggi, membelah waktu. Sang wanita tercengang, dan semua menghilang.

Akhirnya sang kucing tergeletak di tanah dan menjilati ikan yang telah digoreng.


The End.

No comments:

Post a Comment

Comment is caring :)