Wednesday, October 3, 2012

Inkscape: Alternatif Superior Artist Vector

Saat dulu mendapatkan tantangan untuk beralih menjadi pengguna Linux selama 30 hari salah satu fitur yang saya pikirkan pertama kali adalah "Bagaimana dengan aplikasi pengolahan gambar vector?" Yap, dulu saya adalah pengguna CorelDRAW aktif dan kegiatan mengolah gambar vektor hampir menjadi kegiatan utama saya setiap berada di depan komputer, kini semuanya berubah dengan menyenangkan. Oh, Jadi? Aplikasinya adalah?

Inilah Primadona Aplikasi Pengolah Vector Open-Source


Setelah beralih beberapa kali dari beberapa aplikasi seperti XARA, Sodipodi, dan kemudian jatuh hatilah saya kepada Inkscape.

Inkscape adalah aplikasi pengolah gambar vektor yang menurut saya patut untuk dijadikan alternatif dibandingkan dengan aplikasi berbayar dengan kegunaan sejenis. Tampilannya yang hampir mirip dengan CorelDRAW, sederhana, dan intuitif menjadikan Inkscape mudah dan menyenangkan untuk digunakan.

Inkscape dirilis dengan lisensi GNU General Public License. Dilansir oleh Wikipedia, Inkscape merupakan aplikasi forking pada tahun 2003 dari Sodipodi. Inkscape mengalami pengembangan yang sangat besar sejak saat itu dan mendapatkan berbagai dukungan seperti penggunaan code Open-Soruce Xara Extreme dan berpartisipasi di Google Code.

Fitur-fitur Inkscape dalam pengolahan gambar vector layaknya aplikasi lainnya. Terdiri dari pen tool, rectangle tool, bezier tool, spiral tool, stars and polygons tool, colors, dan beragam fitur lainnya. Berbagai tool standar ini menjadikan Inkscape sebagai aplikasi yang powerful dalam pengolahan gambar vector.

Salah satu tool favorit saya adalah Blur. Saya dapat membuat efek Blur untuk shadow dan glow dengan cepat.

Fitur Blur yang menjadi favorit saya
Oh, dan tentu saja menurut saya yang  menjadikan Inkscape lebih unggul adalah gratis!

Menggunakan Format Standar

Inkscape menyimpan filenya dalam format .svg. Ini adalah format standar untuk gambar vector yang dikembangkan oleh W3C. Hal ini memungkinkan file Inkscape yang diolah dapat dibuka di beragam aplikasi bahkan di web-browser sekalipun.
Bandingkan dengan format proprietary dari CorelDRAW yang menggunakan format .cdr sehingga ketika ingin membukanya paling tidak harus di export terlebih dahulu menjadi gambar raster atau memiliki program CorelDRAW, merepotkan bukan?

Inilah sebenarnya isi dari file .svg, kumpulan tag XML!

Beragam Extension

Berada di lingkungan Open Source merupakan keuntungan yang besar. Setiap orang dapat mengembangkan fitur-fitur yang diinginkan. Hal ini pula dirasakan bagi saya sebagai pengguna Inkscape dengan mudahnya mendapatkan extension dari berbagai sumber.

Sebut saja salah satunya SOZI. Extensi ini menjadikan Inkscape dapat membuat animasi dan presentasi secara sederhana. Wow, bagaimana bisa? Karena Inkscape menggunakan format file dengan  open-standard berupa .svg yang memiliki fungsi animasi maka hal ini dapat dilakukan.

Salah satu hasil dari extension Extrude Effect

Ada juga Extrude Effect yang memberikan fitur efek extrude pada objek maupun teks. Puff yang menjadikan objek dapat seolah mengembang, dan beragam extension lainnya yang bisa dilihat di Extension Repository Inkscape.

Komunitas Inkscape

Sebagai sebuah aplikasi yang sangat powerful tentu saja banyak pengguna yang memanfaatkannya dengan powerful pula. Ada beragam komunitas di dunia maya yang mengkhususkan diri dalam mengolah beragam karya dengan menggunakan Inkscape. Mulai dari website khusus seperti Inkscapegallery hingga komunitas artist seperti Inkscape Deviantart.

Ya! Inkscape Luar Biasa!



Gratis, Open-source, dan multiplatform! Saat saya menggunakan baik itu Linux, Windows, maupun OSX, saya dapat menggunakan Inkscape dimanapun. Bahkan kini saya sudah tidak menggunakan CorelDRAW lagi. Saya sudah jatuh hati dengan Inkscape dan menggunakannya dalam beragam kesempatan mulai hobi hingga pekerjaan saya. Saya pun kini aktif untuk meracuni orang-orang untuk menggunakan Inkscape. Mari meracuni orang-orang untuk menggunakan Inkscape! :D


No comments:

Post a Comment

Comment is caring :)