Thursday, November 8, 2012

Fokus Itu Adalah Hal Utama

Saat saya sedang mengikuti kegiatan perkuliahan Artificial Intelligence oleh bu Rani, saat sedang menyampaikan sekilas tentang Neural Network beliau bercerita tentang otak manusia.

"Jadi, Neural Network itu cara kerjanya mirip dengan otak manusia. Jadi dalam otak manusia itu terdapat neuron-neuron yang saling terhubung. Semakin sering digunakan maka akan semakin aktif,"

"Sebagai contoh, karena saya sering mengajarkan AI jadi jika ada yang bertanya tentang AI saya cepat ingat, tapi kalau misalnya ada yang bertanya tentang..."

"Sejarah bu," kata seorang temen.

"Oh iya, sejarah misalnya ya, saya harus lama mengingatnya dan mungkin bagian memori saya tentang sejarah tersimpan jauuh di belakang. Misalnya ada yang bertanya 'Ingat si A nggak?' saya mulai bertanya 'A yang mana ya?', nah saya syaraf saya mulai tertrigger untuk mengingat kembali dan mencari jawaban."

Kemudian beliau bercerita tentang Einstein, "Einstein itu cerdas, mendapatkan penemuan-penemuannya karena dia terus fokus dalam satu hal, bahkan sepanjang hidupnya, dia meneliti dan fokus terhadap hal yang diinginkannya."

Kalimat itu...

Kemudian ada satu kalimat yang membuat saya tertegun.

"Cukup sulit untuk seseorang menguasai segalanya, temukanlah passionmu, dan fokuslah padanya"

Ya, benar, tidak semua orang bisa hebat dalam segalanya. Tidak semua orang pintar dalam segala hal. Daripada memusingkan untuk dapat menguasai segalanya tapi hasilnya malah setengah jadi, bukankah lebih baik kita menguasai satu hal dan fokus untuk menguasainya dan menekuninya?

Seorang Koki tidak harus menguasai menjahit. Seorang penjahit juga tidak harus menguasai memijat kan? Setiap orang memiliki tugasnya masing-masing di dunia, tugasnya itu yang menjadi bagian dari sesuatu yang besar karena saling memberikan hasil yang maksimal.

Fokus

Terkadang saya suka heran sendiri juga, ada sebuah sindrom yang teman saya bilang sebagai Superwoman Syndrome. Yaitu bisa menguasai segalanya. Ehem, saya sebenarnya teringat dengan organisasi himpunan mahasiswa saya.

Di organisasi yang masih muda ini belum banyak terlihat orang yang memiliki passion terhadap sesuatu, walhasil yang dilakukan adalah mengerjakan tugas bukan karena keinginan hati, tapi atas dasar... ya, tugas. Terkadang dari kacamata saya setiap ada kegiatan yang didapat seolah adalah menjadi event organizer untuk menyelesaikan proker, bukan karena senang ingin melaksanakan cita-cita luhur mengapa acara diselenggarakan.

Padahal mengapa tidak fokus saja di satu hal? Jika ada yang menyenangi sesuatu biarkan saja berada di bagian itu? Bukankah ada pepatah yang mengatakan "Pekerjaan yang kamu sukai bukanlah sebuah pekerjaan"

Pada akhirnya

Carilah passionmu. Passionmu ini yang menjadikan kamu bersemangat untuk mengerjakannya. Mengutip dari nama sebuah acara di Kompas TV, passion adalah Api Kecil Rengkuh Dunia. Carilah api kecilmu ini, dan rengkuhlah dunia bersamanya

No comments:

Post a Comment

Comment is caring :)