Wednesday, April 17, 2013

Menikmati Genmaicha : Teh Hijau Pake Beras

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebungkus plastik dari Firmansyah (@rahloki). Isinya  bungkusan-bungkusan kecil dari kertas berwarna hijau. Ini teh, dari Jepang. Oh suteki na.. *halah halah*

sebungkus narkotika... eh..

Kok saya bisa dapat teh ini?

Jadi beberapa hari yang sebelumnya saya dan Firman sempat ngobrol-ngobrol. Kata Firman dia dapat oleh-oleh dari pak dekan yang baru saja jalan-jalan di Jepang. Nah, pak dekan membawa si teh berwarna hijau ini. Setelah Firman mencoba tehnya, katanya baunya kayak ikan.

Kayak ikan...

Teh apa yang baunya kayak ikan?

Tehnggiri

garing...


Ini penampakan si teh. Bentuknya imut-imut bantal gimana gitu. Ijo lagi.


Isinya saya raba-raba kayak butiran-butiran gitu. Curiga ini silica gel..
Curiga ini... Mwahaha!

Mari kita buat


Kata Firman bikinnya sama aja kayak teh celup. Tinggal masukkin ke air panas dan celup-celup. Berhubung nggak ada tali nya jadi ya celup-celupnya pake sendok ya..
Tehnya bercumbu bersama sendok

Wanginya wangi teh hijau sih, kayak matcha (teh bubuk). Warnanya juga warna teh hijau pucat persis matcha. Rasanya rasa teh hijau, tapi bedanya ada wangi dan kesan bakaran. It's great though!

Apa sih ini?

Kata Firman isinya kayak kecambah. Penasaran dengan isinya maka saya sobeklah pembungkus si teh. Ternyata isinya kayak kacang. Saya cobain makan isinya juga enak. Kagetnya, rasanya kayak tingting dan ranginang.


Dengan bantuan Google saya masukkin keyword "japan green tea sack bean" dan klik klik beberapa kali akhirnya sampai di halaman Wikipedia. Ah... ternyata namanya Genmaicha.

Genmaicha (玄米茶) kata Wikipedia adalah teh yang digabungkan dengan beras coklat bakar. Beras coklat ini beras yang sebagian atau sepenuhnya belum digiling. Terjawablah kenapa ada wangi-wangi bakarannya.

Kadang teh ini juga disebut sebagai "Popcorn tea" karena ketika dibakar si beras coklat meletus kayak popcorn. Tapi di bungkusan kita tadi nggak ada yang jadi popcorn. Eh, poprice kali ya harusnya namanya?

Disebutkan lagi di Wikipedia, Genmaicha ini sering diminum oleh orang yang miskin. Alasannya si beras dimasukkan sebagai komplementer dari harga teh yang mahal. Tapi sekarang sih sudah dikonsumsi oleh semua orang.



O iya, kalau dari beberapa sumber yang saya lihat Genmaicha menggunakan teh berupa daun. Kalau yang saya minum ini saya perhatikan bentuknya sudah digiling. Mungkin karena ini warnanya lebih hijau ya!

かんぱい!

Makasih buat Firman yang udah ngeberi pengalaman yang menarik kuliner Jepang nya ya. Kapan-kapan kasih lagi yang aneh-aneh ya!

Cheers!
*teguk*

2 comments:

  1. whoaa enyak enyak..
    ini bisa sampai kental ga ya gir? biasanya teh hijau makin kental makin enak :9

    ReplyDelete

Comment is caring :)